Minggu, 11 April 2010

Tip Singkat untuk para Markus dan Koruptor

Beberapa minggu atau bulan ini, para koruptor sudah mulai gelisah, karena setelah kasus Bank Century, bangsa ini nampaknya sedang dilanda evoria pemberantasan korupsi entah jilid keberapa. pada jilid-jilid sebelumnya, nampaknya peran KPK lebih dominan, terutama pada saat Antasari berani memenjarakan Aulia Pohan, walaupun akhirnya Antasari harus menerima balasan dari sikapnya yang berani itu. diakui atau tidak nampaknya setiap memang begitu kelihatannya. atau memang hukum karma sedang bertingkah, sehingga popularitasnya naik drastis. mulai dari jaksa penuntut Antasari yang kemudian menjadi pesakitan dalam kasus yang melibatkan gayus, salah satu Inisiator Bank Century dari PKS pun nampaknya mendapatkan balasan dari sikapnya terhadap kasus Century.

Fenomena Susno nampaknya bisa dijadikan titik awal pemberantasan korupsi diseluruh tanah ini. Susno yang katanya dikecewakan oleh pimpinan kepolisian yang mengorbankan dirinya atas sikap institusi dalam kasus cicak vs buaya. anda saja memang benar Susno berniat membongkar seluruh korupsi di Indonesia, tentu saja rakyat Indonesia akan mendukungnya, tetapi tentu saja harus konsekwen, jika memang Susno juga pernah melakukan tindakan korupsi atau sejenisnya, sebaiknya susno segera melaporkan dan menyerahkan diri. sebelum si "karma' mulai melakukan aksinya.

Banyak diantara para petugas pajak, ataupun pejabat lainnya, yang secara sadar merasa dirinya telah melakukan kejahatan korupsi, tentu saja saat ini akan merasakan "sakit perut' yang amat sangat. baik si pejabat sendiri, atau mungkin juga keluarganya. perhatikan saja tentangga anda yang pejabat, tetapi memiliki rumah, mobil serta harta yang berlimpah, diluar kewajaran dari jabatan yang dimiliki. kemungkin tetangga anda itu sedang was was, cemas dan tidak dapat tidur nyenyak... untuk menghilangkan perasaan itu, tentu saja mereka akan mencoba menghibur diri dengan harta yang diperolehnya, baik sekedar hanya hura-hura hiburan malam, jalan-jalan keluar negeri, bahkan ada juga yang memang sudah menetap diluar negeri untuk menghindari penangkapan yang akan dilakukan petugas.

mungkin juga, jika dilakukan pemeriksaan di seluruh apartemen di Singapora dan Australia, dijamin akan diperoleh banyaknya pejabat yang sudah menetap disana, atau bahkan sudah memiliki apartemen disana

Tidak ada komentar: