Minggu, 24 Mei 2009

Ternyata benar..... Boediono itu Neoliberal

Googling dengan kata Boediono neoliberal, ternyata menghasilkan temuan yang cukup fantastis












Cari berita dan informasi.. ternyata ketemu juga fakta dan argumen yang memperkuat pendapat yang menyatakan bahwa Boediono itu Neoliberal...

Inilah Alasan Boediono Neolib
Mevi Linawati
Boediono

INILAH.COM, Jakarta - Beberapa kebijakan Boediono saat menjadi menteri keuangan maupun menko perekonomian sangat membuktikan sebagai penganut ekonomi neoliberal. SBY yang menggandeng Boediono sangat bertaruh untuk bangsa ini.

Hal itu dikatakan ekonom ECONIT, Hendri Saparini dalam sebuah diskusi Ekonomi Kemandirian VS Ekonomi Neoliberalisme di Jakarta, Jumat (22/5).

"Secara pribadi Boediono santun tetapi kebijakannya tidak pernah santun. Kesantunan pribadi tidak cukup, apakah kebijakan menambah utang itu santun," katanya.

Hendri menjelaskan bahwa Boediono selama menjabat membawa paket consencus Washington yaitu menerapkan disiplin anggaran. Pengaruh yang jelas adalah pemangkasan subsidi dengan alasan untuk menjaga kesehatan APBN.

Hal ini terbukti dari angaran pendidikan yang mengurangi peran pemerintah. Pendidikan gratis hanya diberikan pada tingkat SD saja. Dengan demikian kebijakan anggaran bukan untuk meningkatkan ekonomi rakyat. "Paket ini ditujukan kepada negara-negara yang berkembang karena memiliki utang yang besar," tegasnya.

Selain itu, paket tersebut juga menjalankan praktik liberalisasi dengan membuat undang-undang yang mengandung unsur neoliberalisme seperti UU Migas, UU Penanaman Modal, UU Badan Hukum Pendidikan. Kasus lain adalah paket stimulus perdagangan justru diberikan kepada importir susu bukan kepada peternaknya.

Satu lagi bagian dari kebijakan Boediono adalah privatisasi dengan menjual saham kepemilikan pemerintah di BUMN. Sampai saat ini sudah 40 BUMN yang terjual untuk memperkuat anggaran APBN. Akibatnya walaupun 2008 ekonomi tumbuh mencapai 6% tetapi kesenjangan ekonomi semakin lebar dan daya kompetisi menurun.

"Jadi SBY memilih Boediono maka SBY sudah memberikan taruhan tertinggi pada bangsa ini," katanya.[hid]

trus juga ada info lain yang memperkuatnya .. yaitu

Boediono 'Pembisik' Mega Jual Aset Negara
Vina Nurul Iklima
Boediono

INILAH.COM, Jakarta - Penjualan aset-aset negara di era pemerintahan Megawati Soekarnoputri bukan dianggap sebagai kesalahan Mega semata. Justru Menteri Boediono lah yang membisiki Mega untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan ekonomi kala itu.

"Pak Boediono kan Menteri Keuangannya (Mega) waktu itu. Iya itu saya kira menjadi suatu yang tak bisa terbantahkan, artinya disana itu kan ada tim ekonominya Pak Boediono, saya kira itu tak perlu diragukan lagi kalau seorang Boediono itu neolib," kata tim kampanye Mega-Prabowo Sjukrianto Yulia di Jakarta, Sabtu (23/5).

Ia mengatakan sosok Mega yang sederhana tidak mungkin melakukan tindakan yang gegabah, apalagi sampai menjual aset penting yang bisa menyengsarakan rakyat. Ia berdalih Boediono yang paling berperan dalam kebijakan ekonomi yang diputuskan oleh Mega.

"Di zaman Bu Mega kita tahu di bawahnya itu ada Menteri yang namanya Pak Boediono, ada arsitekturnya Pak Lak. Kita tahu padahal Ibu Mega itu orangnya sangat sederhana, artinya dengan argumentasi yang diberikan oleh staf-stafnya mengatasnamakan untuk memenuhi target APBN akhirnya dijual BUMN misalnya Indosat," paparnya.

Tapi kalau dibandingkan dengan pemerintahan SBY saat ini, justru saat ini lebih banyak kebijakan yang dikeluarkan tidak pro rakyat ketimbang saat pemerintahan Mega. "Makanya itu yang akan dibenahi oleh Ibu Mega dan Pak Prabowo, aset-aset negara yang penting dijaga, apalagi BUMN yang dianggap strategis, tapi itu dioptimalkan dimanfaatkan

sesuai UUD nomor 33. lagi pula dulu kan tidak banyak yang dijual." tandasnya.

Di era kepemerintahan Megawati Soekarnoputri memimpin, banyak kebijakan-kebijakan yang dianggap merugikan negara. Dengan alasan untuk mencukupi kebutuhan APBN Mega dan kabinet Gotong Royong memutuskan untuk menjual aset penting negara, salah satunya perusahaan telekomunikasi PT Indosat ke tangan swasta. [ikl/ton]

Jadi tambah yakinkan bahwa udah gak salah lagi....
jangan pilih pemimpin yang neoliberal...

Tidak ada komentar: