Sabtu, 30 Mei 2009

SBY berbudi menang.. Tukang Hina menjadi Menteri

Jika SBY-berbudi memenangkan pertarungan Pemilu presiden 2009, dipastikan beberapa tokoh partai demokrat yang merupakan elit papan atas dari partai tersebut kebagian jatah menjadi menteri. Diantaranya adalah Andi Malarangeng, Rizal Malarangeng, Anas Urbaningrum, Achmad Mubarok, Ruhut Sitompul, dan beberapa tokoh lainnya.

Ruhut Sitompul, kemungkinan besar akan mendapat jatah kursi menteri, entah menteri apa.. jika SBY-berbudi memenangkan pemilu presiden. Ruhut yang merupakan kader Golkar sebelum bergabung dengan Partai Demokrat merupakan salah satu elit partai Demokrat yang saat ini menduduki posisi yang strategis dalam organisasi itu,

Permasalahaannya adalah apakah kita rela bangsa ini dipimpin oleh pasangan presiden yang mengandeng tokoh yang neoliberal dan menjadikan tokoh-tokoh arogan yang suka menghina menjadi menteri dalam pemerintahannya…

Ternyata tokoh-tokoh partai demokrat, punya hobi menghina pihak lain, contohnya adalah Achmad mubarok yang sebelum pemilu legislative kita ketahui melemparkan isu penghinaan kepada partai Golkar.

Simak saja berita berikut tentang penghinaan yang dilakukan oleh Ruhut terhadap salah satu etnis.

Sabtu, 30/05/2009 14:10 WIB

Dinilai Lecehkan Etnis Tertentu, Ruhut Sitompul Didesak Minta Maaf
Djoko Tjiptono - detikPemilu


dok detikcom

Jakarta - Ketua DPP Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, didesak meminta maaf atas ucapannya yang dinilai menghina etnis tertentu. Meskipun ucapan itu disampaikan Ruhut sebagai reaksi atas penghinaan terhadap SBY.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Sekjen DPP Jaringan Nusantara, Umar Abduh saat berbincang-bincang dengan detikcom, Sabtu (30/5/2009).

"Saya yakin Ruhut tidak bermaksud menghina etnis tertentu. Tapi saya dalam waktu dekat, saya percaya dia akan meminta maaf akan kekehilafannya tersebut," kata Umar.

Sekadar diketahui, dalam acara dialog yang disiarkan Metro TV, Ruhut mengeluarkan pernyataan bernada rasis. Pria yang dikenal sebagai pengacara dan pesinetron ini mengatakan " 'Arab' tidak pernah membantu Indonesia". Acara dialog itu juga dihadiri politikus Partai Hanura Fuad Bawazier dan politikus Gerindra Permadi.

"Sebagai anggota JN saya mendesak Ruhut melakukan hal itu. Meminta maaf adalah perbuatan mulia," ungkap Abduh.

Di sisi lain, sambung Umar Abduh, dirinya akan berupaya melakukan pendekatan kepada Fuad Bawazier yang kerap mengkritik SBY secara berlebihan. Umar akan meminta Fuad dn Ruhut saling memaafkan.

"Jika Fuad tidak mau (meminta maaf), Ruhut harus memulainya. Tidak ada menang kalah di sini," tugas Umar.


( djo / djo )

Relakan kita, elit politik tukang hina ini memenangkan pemilu presiden … ?

Tidak ada komentar: