Selasa, 30 Desember 2008

Merasa kebablasan, KPK mulai berhati-hati dalam pengungkapan kasus korupsi

Kasus aliran dana Bank Indonesia yang telah membuikan Aulia Pohan, besan orang nomor satu di Indonesia saat ini, merupakan langkah jitu yang dilakukan oleh lembaga yang diketuai oleh Antasari Azhar. Tetapi langkah ini juga dianggap sebagai suatu langkah yang kebablasan oleh sebagian petinggi negeri ini. KPK dianggap telah melampaui batas yang ditoleransi oleh petinggi negeri ini, walaupun SBY sebelumnya memberikan sinyal-sinyal positif bagi KPK untuk mengungkapkan kasus korupsi tanpa melihat hubungan kekerabatan yang dimiliki oleh calon tersangka dengan penguasa.

Isu ini tentu saja diangkat oleh para kerabat ataupun kroni penguasa yang mungkin akan mendapatkan giliran untuk menjadi calon tersangka. Dan ternyata maksud itu menjadi sebuah kenyataan.

Diakui atau tidak, rakyat merasakan bahwa KPK mulai menurunkan akselerasi penanganan kasus-kasus korupsi yang terjadi, yang mungkin melibatkan para kroni penguasa saat ini, termasuk kasus korupsi yang melibatkan para petinggi partai besar seperti kasus yang dikemukan oleh Agus Tjondro, yaitu kasus dana suap dalam pemilihan deputi Gubernur Bank Indonesia.

Kondisi ini disikapi oleh Mahasiswa dengan melakukan demonstrasi di depan kantor KPK dengan cara jalan mundur. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM sejabotabek itu merupakan pencerminan dari sikap rakyat indonesia atas penurunan mesin penumpas korupsi yang dipimpin Antasari Azhar.

Walaupun secara kelembagaan, presiden SBY tidak memiliki kewenangan untuk memerintahkan Antasari Azhar untuk segera kembali kejalan yang benar, yaitu jalan yang konsisten untuk membongkar seluruh pelaku korupsi tanpa pandang bulu, tetapi sebenarnya SBY dapat memberikan sinyal yang dapat mendorong KPK untuk menambah daya dorong dan kecepatan mesinnya untuk membongkar seluruh kasus korupsi sebelum pemilu 2009.

Kenapa Hal ini penting ?

Karena pemilu 2009 merupakan salah satu ajang bagi rakyat untuk berpartisipasi secara langsung dalam pembangunan negeri ini. Jika KPK dapat menyelesaikan seluruh kasus korupsi yang terjadi, minimal menetapkan para tersangka, maka proses ini dapat dijadikan sebagai saringan bagi rakyat untuk menentukan pilihan, tokoh-tokoh mana yang patut dipilih, dan partai-partaimana yang pantas diperjuangkan.

Antasari Azhar sebagai pentolan KPK, seharusnya berani bertindak extraordinary, karena dukungan rakyat atas usaha yang dilakukannya selama ini dapat dijadikan modal dasar sebagai tenaga pendorong dan obat kuat “keberanian” KPK untuk melangkah secara tepat.

Kelesuan KPK ini, bisa memperburuk citra lembaga ini, sebagai lembaga yang tidak serius dalam penanganan korupsi, yang akan menjadi preseden buruk bagi pemberantasan korupsi dimasa yang akan datang.

Walaupun sudut pandang yang dimiliki oleh KPK dengan sudut pandang masyarakat mungkin saja berbeda, tetapi seharusnya tindak-tanduk KPK dapat dijadikan saluran aspirasi masyarakat. KPK sebagai lembaga hukum, tentu saja bekerja dengan langkah-langkah hukum, pembuktian dan dasar undang-undang yang berlaku, sehingga dalam pengungkapan kasus korupsi dapat dilakukan secara maksimal. Hal-hal teknis ini mungkin tidak dapat dimengerti oleh masyarakat, karena yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah rasa keadilan, dan hukum dinegeri ini sudah bertahun-tahun tidak dapat memenuhi rasa keadilan yang diinginkan. Sehingga timbul kecurigaan bahwa KPK tidak ada bedanya dengan lembaga-lembaga hukum lainnya, seperti Kejaksaan Agung, yang sebagian fungsinya diambil alih oleh KPK. Hal ini tentu saja berpengaruhi kepada penilaian masyakat atas integritas pribadi dari KPK, terutama Antasari Azhar sebagai pimpinan lembaga ini.

Lantas bagaimana sebaiknya ?

Walaupun ada pendapat yang menyatakan bahwa KPK kebablasan, sebaiknya KPK jangan terlalu lama melakukan instrospeksi diri, karena yakinlah, seluruh tindakan KPK untuk mengungkap kasus korupsi mendapatkan dukungan penuh dari seluruh rakyat indonesia, termasuk dukungan penuh dari SBY. Hal ini dapat dilihat dari kerelaan SBY untuk membiarkan KPK memproses penahanan terhadap sang Besan.

Oleh karena itu, segeralah fokus dan bongkar seluruh kasus korupsi, sebanyak-banyaknya sebelum pemilu 2009, sekalian menjadi saringan bagi rakyat untuk memilih calon pemimpin dinegeri ini.

Ayo Pak Antasari Azhar, laksanakan tugas KPK sebaik mungkin, seluruh rakyat berada dibelakangmu.

Tidak ada komentar: