Selasa, 02 Desember 2008

Lumpur Lapindo sebagai pertanda dari ALam

Kejahatan dan penindasan politik dinegeri ini sudah merupakan sesuatu yang lazim terlihat semenjak, Soekarno diguling secara konstitusional oleh SOerhato melalui sidang MPRS.

  1. penindasan politik pertama dirasakan oleh SOekarno sendiri, yaitu dengan dikenakannya tahan rumah, dan diberikan fasilitas yang tidak memadai, seakan-akan memang kesengajaan untuk membunuh secara perlahan.
  2. penindasan politik berikutnya dirasakan oleh para anggota Partai terlarang termasuk keluarganya yang tidak tahu menahu dengan ideologi yang dilarang tersebut.
  3. kemudian penindasan lanjutan dikenakan kepada partai-partai selain Golongan karya yang saat itu pantang disebut sebagai partai politik. semua partai itu dipaksa bergabung kedalam 2 partai yaitu PPP dan PDI dalam rangka membonsai mereka agar kekuasaan bisa diatur tetap ditangan Soeharto dengan 3 jalurnya yaitu ABG.
  4. Kejahatan politik juga dirasakan oleh seluruh rakyat indonesia dengan melakukan kebohongan publik yang memperlihatkan seakan-akan pemilu masa pemerintahan SOeharto telah dilaksanakan secara LUBER tanpa adanya kecurangan.
  5. pada masa Reformasi, ternyata masih banyak penindasan politik yang dilakukan oleh para elit politik, misalnya pembuatan peraturan perundang-undang yang hanya mengakomodasi kepentingan sekelompok orang saja. hal ini terlihat dari hasil keputusan Makamah KOnstitusi yang membatalkan undang-undang No. 10 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD (Pasal 316 huruf d), dan masih ada beberapa lagi undang-undang yang dibatalkan oleh makamah konstitusi.
Tentu saja masih banyak lagi penindasan politik yang dilakukan, dan hal inilah yang mendorong terjadinya korupsi yang marak di indonesia, yaitu : kekuasan yang berlebihan atau dominasi kekuasaan. Jika sekelompok orang yang tergabung dalam suatu partai memiliki kekuasaan yang dominan, kemungkinan besari hal ini diselewengkan, karena sesuatu yang berlebihan selalu membawa banyak hal negatif.
oleh karena itu, melalui tulisan ini, marilah kita berpartisipasi dalam pemilu 2009 dan pastikan bahwa pilihan anda bukanlah partai yang sudah pernah berkuasa, yang sedang berkuasa, atau oknum didalam partai tersebut merupakan tokoh yang pernah menjadi kelompok berkuasa. hal ini penting sekali, karena kita mengetahui bahwa orde baru dengan jalur ABGnya telah merusak tatanan kehidupan bangsa ini termasuk kebiasaan untuk korupsi. jadi harus dilakukan perubahan secara revolusioner.

Kalau kita tidak mau mendengarkan panggilan yang disampaikan alam, maka akan timbul berncana seperti Lumpur Lapindo dan sebagainya. Bencana ini bukanlah hanya semacam gejala alam saja, tetapi merupakan peringatan bagi kita semua, dan juga merupakan ujian terhadap SBY JK, apakah keduanya bisa bersikap tegas terhadap Perusahaan bakri milik salah satu menterinya yang katanya akan mundur dan tidak akan bersedia menjadi menteri lagi kalau SBY JK terpilih lagi. hal ini tentu saja hampir benar, karena keberadaan Aburizal bakrie di kabinet, selain karena merupakan kader golongan karya, tentu saja masalah sumber dana juga kemungkinan alasan jabatan yang diperolehnya tersebut, walaupun sudah dibantah dengan mensomasi majalah tempo yang membahas tentang itu.

Tentu saja Aburizal harus berpikir ulang untuk kembali menjadi penyandang dana dan tim sukses SBY JK, karena perusahaannya PT. Bumi Resources yang mengalami penurunan harga tajam, disatu sisi suspensi untuk menyelamatkan harga saham perusahaan tersebut tidak dapat dilakukan dalam jangka waktu lama. dan segudang masalah yang menyebabkan ical kapok untuk terjun ke dunia politik.

Mungkin ini juga pertanda bahwa partai golongan karya yang mengandalkan uang sebagai sumber utama kemenangannya, akan segera merasakan hukuman dari alam dalam bentuk kemerosotan jumlah suara dan kursi dalam pemilu 2009. ini juga dipengaruhi oleh gonjang ganjing internal golongan karya, dalam rangka pencalonan presiden dan wakil presiden. disatu sisi, JK sudah puas mendapatkan posisi nomor 2 tetapi bisa menjadi "the real president',"
Seperti yang disampaikan oleh Syafi'i Ma'arif, walaupun banyak yang kontra terhadap pernyataan beliau, bagi orang yang mengenail beliau secara dekat, dapat diketahui bahwa Syafi;i Ma'arif merupakan tokoh nasional yang Non Partisan dan tidak membela kepentingan kelompok tertentu, jadi jika beliau mengucapkan suatu statement, dapat dipastikan bahwa itu adalah apa yang dilihat oleh mata Hatinya.

Nah, kalau Aburizal Bakrie sudah insyaf dan kapok, sebaiknya bagi pelaku politik yang sudah terbiasa melakukan kejahatan politik melalui partai besarnya, segera insyaf, kalau tidak insyaf akan terkena kutukan seperti yang dialami Aburizal Bakrie, sudah jatuh tertimpa tangga pula, uang habis, citra buruk, dan banyak dibenci masyarakat (korban Lapindo).

AYo Mari Pada Insyaf......................

1 komentar:

Anonim mengatakan...

yuu.. ikutan IBSN Blog Award di cantigi.. ^_^