Senin, 01 September 2008

SBY akan terpilih lagi pada 2009, Kalau…

Pemberantasan korupsi di era pemerintahan SBY sangatlah maju pesat dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya. Hal ini tentu saja di sebabkan oleh kebijaksanaan sang presiden untuk memberikan politik will bagi KPK sebagai institusi pelaksanaan penyelidikan kasus-kasus korupsi. Banyak kasus-kasus korupsi besar yang telah dibongkar oleh lembaga yang di pimpin Antasari Azhar ini. Banyak juga tokoh-tokoh atau bekas pejabat ataupun pejabat aktif yang dijebloskan ke terali besi.

Tetapi, image ini kemudian berubah, karena adanya kasus korupsi beberapa yang dilakukan oleh anggota kabinet yang tidak terselesaikan dengan penindakan hukum, seperti kasus Hamid Awaluddin, Yusri Ihza Mahendra, dan yang paling anyar adalah kasus Paskah Suzzeta dan MS Kaban.

Selain itu, kasus aliran dana BI yang melibatkan banyak pejabat teras dinegeri ini, sepertinya menghadapi kendala non teknis, sehingga terlihat proses pengungkapannya melambat. Entah memang SBY yang tidak memberikan lampu hijau atau mungkin juga Jusuf Kalla sebagai pentolan Partai Golongan Karya memiliki kepentingan untuk menjaga kadernya (Paskah Suzzeta) dari proses pendakwaan, walaupun begitu, tetap saja SBY sebagai kepala negara memiliki tanggung jawab yang paling tinggi untuk memutuskan memecat sang menteri dan mempersilahkan kepada pengadilan tipikor untuk menyelesaikan kasusnya. Karena walaupun memang kedua menteri tersebut tidak terlibat dan dinyatakan bebas, tetap saja image politik yang harus ditanggung SBY, karena tidak mengambil tindakan atas indikasi yang diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia. Dan sebagian besar dari rakyat ini akan berfikir bahwa SBY tidak tegas dalam menindak koruptor

Aulia Pohan, yang pernah menjabat petinggi BI, ternyata juga di indikasikan terlibat dalam proses mengalirnya dana BI tersebut. Ini termasuk hal yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan secara matang. Sama halnya dengan hal yang terjadi dengan 2 menterinya, hubungan sebagai Besan merupakan hal yang sangat dekat, sehingga keputusan yang tidak memihak pada pemberantasan koruptor, akan membenani SBY untuk maju kembali di 2009.

Kalau Paskah Suzzeta dan MS Kaban beserta Aulia pohan dijadikan tersangka dan diproses dalam sidang tipokor. Dan andai kata dinyatakan bersalah dan diberikan hukum yang cukup berat, misalnya penjara 20 tahun, tentu saja image SBY sebagai presiden yang mendahulukan penegakan hukum, pemberantasan korupsi akan mendapat image yang baik. Positioning ini akan menjadi suatu kekuatan yang maha dahsyat untuk terpilihnya SBY dalam pemilihan presiden pada 2009. Jika yang terjadi sebaliknya, tentu saja kekuatan SBY akan melemah sebagai pemberantas korupsi. Pemerintahaan SBY akan dianggap tidak berbeda dengan pemerintahan Orde Baru yang melakukan tebang pilih dalam penindakan hukum.

Mungkin saja SBY akan tetap terpilih, tetapi SBY akan menanggung beban untuk tidak melakukan pemberantasan korupsi secara total. Kalau pemerintahan SBY hasil pemilu 2009 melakukan pemberantasan korupsi, yang akan terjadi adalah negosiasi dengan kasus yang terjadi saat ini. Dan hal yang paling buruk adalah Pemberantasan Korupsi di Indonesia tidak akan berjalan, atau malah mengalami kemunduran. Dan yang paling sengsara adalah rakyat.

Jika hal ini terjadi, SBY akan turun Pamor, dan berhenti dari jabatan Presiden sebagai pemimpin yang tidak memiliki prestasi, malah akan menanggung cap sebagai presiden penerus era korupsi dimasa orde baru.

Oleh karena itu, SBY harus segera memberikan lampu hijau kepada KPK, Antasari Azhar beserta timnya untuk segera menyeret tiga orang yang dikasihnya kemeja pengadilan tipikor. Mudah-mudah hal ini segera terjadi, agar pemberantasan korupsi di Indonesia cepat terlaksana.

Kabulkanlah ya ALLAH

Tidak ada komentar: