Senin, 01 September 2008

Berantas Korupsi di Bank Indonesia yang terjadi sejak dulu

Dalam pengusutan kasus korupsi dan suap yang dilakukan oleh Bank Indonesia dalam proses pemilihan para petinggi dilembaga ini, terungkap bahwa proses suap menyuap ini telah dilakukan sejak dahulu kala, mungkin saja sejak lembaga ini mulai didirikan. Entah sudah berapa banyak dana yang digelontorkan dari kocek para petinggi tersebut agar terpilih dan mungkin saja dana itu berasal dari dana rakyat juga, yang artinya tindakan tersebut mengandung indikasi korupsi.

Mungkin juga kasus-kasus yang sudah lama terjadi tersebut tidak akan diusut. Yang diusut hanyalah kasus yang baru saja terjadi dan pejabat BI tersebut masih menjabat. Keputusan ini akan dilakukan dengan argumen bahwa kejadiannya sudah lama dan para pejabat tersebut tidak lagi menjabat dan untuk mendapatkan bukti-buktinya. Dan ada argumen basi lainnya yang akan di ajukan, yaitu bahwa kejadian tersebut terjadi dimasa lalu, dimana hal seperti ini merupakan sesuatu yang pantas dan biasa terjadi. Ini lah yang selalu dijadikan alasan untuk berlindung bagi para koruptor yang telah mengerus sehabis-habisnya kekayaan bangsa ini. Mereka ribut untuk memenjarakan para koruptor amatiran yang baru melakukan korupsi pada masa kini, seperti Al Amin cs. Padahal, korupsi yang mereka lakukan lebih besar jumlahnya, dan lebih kasar cara melakukannya.

Kalau Korupsi masa lalu ini tidak diungkapkan, akan mengakibatkan pemberantasan korupsi dinegeri ini tidak akan pernah terlaksana. Pengungkapan kasus korupsi hanyalah lips service dan semata-mata hanya sandiwara untuk memenuhi hasrat keadilan yang dituntut oleh rakyat.

Oleh karena itu, kita harus mendorong pemerintahan SBY untuk mengungkap seluruh korupsi yang terjadi tanpa pandang bulu. SBY tidak perlu turut campur, tetapi cukup memberikan politik will kepada KPK. Dan kalau ada partai besar atau petinggi partai besar lainnya bermain untuk menahan lajunya proses pemberantasan korupsi ini, SBY harus berani untuk menurunkan Seluruh komponen partai besar itu dari kapal besar perjuangannya.

Peran DPR juga tidak terlepas dari berhasil tidaknya proses pemberantasan korupsi ini. Kalau undang-undang pemberantasan korupsi disempurnakan dan diubah, dan memberikan kewenangan kepada KPK untuk membongkar seluruh korupsi yang pernah terjadi dinegeri ini. Jika Parlemen yang sekarang tidak mau untuk melakukan hal tersebut, kita tahu lah apa yang harus dilakukan, yaitu jangan pilih lagi mereka dalam pemilu legislatif 2009. berikan suara anda kepada calon legislatif yang akan memperjuangkan pemberantasan korupsi.

Peranan KPK sangatlah strategis. Kasus aliran dana BI ini merupakan suatu entry point yang sangat bagus bagi KPK untuk dapat membongkar seluruh kebusukan yang sudah tersistemik ini. KPK harus berani untuk menetapkan pejabat-pejabat tinggi sebagai tersangka jika memang memiliki informasi dan bukti yang kuat. Jangan mau diintervensi oleh partai yang memilih dan mengangkat mereka sebagai anggota ataupun pimpinan lembaga pemberantas korupsi ini. Jangan ada titipan untuk menyelamatkan seseorang. Sikat semua yang terbukti bersalah, walaupun beliau merupakan tokoh terhormat dan masih menjabat sampai saat ini..

Pertanyaannya adalah, Apakah KPK dan Antasari Azhar berani melakukannya, jangan hanya AL Amin cs saja yang ditangkap. Penjarakan juga Miranda Gultom dan seluruh pejabat BI sejak lembaga itu didirikan jika memang terbukti bahwa kasus suap itu sudah merupakan aturan standar di BI. Untuk para pemimpin BI yang sudah meninggal, silahkan diajukan secara perdata, sedangkan yang masih hidup, tetap harus mempertanggung jawabkan suap menyuap yang dilakukan dan harus dihukum setimpal dengan tindakan yang dilakukannya.

Mana mungkin terjadi !!

Tidak ada komentar: